CAMERAJURNALIS.COM, KOTA LANGSA. ACEH – Sebagaimana biasanya dalam menyambut hari raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha digelar Pasar Malam atau Pasar Murah atau disebut Bazar atau apapun namanya dengan mendatangkan pedagang dari dalam maupun luar daerah dengan diringi segala tontonan dilapangan belakang Jalan T. Chik Ditunong dan jalan WR. Supratman Gampong Jawa, Kecamatan Langsa Kota, Kota Langsa.
Memang terlihat antusias masyarakat sangat besar dalam mengunjungi stand atau tempat berjualan. Diantaranya ada yang membeli, ada yang menonton pertunjukan tong setan, dan permainan lainnya, atau ada yang sekedar hanya melihat-lihat saja (cuci mata). Hal tersebut dirasa wajar - wajar saja karena masyarakat pada umumnya haus keramaian (haus hiburan - Red). Apalagi disebut dengan Pasar Murah, dan dikira oleh masyarakat tentunya harga barang yang dijual semuanya murah padahal pada kenyataannya dagangan yang dijual sangat mahal atau beda dengan harga dipasar Kota Langsa.
"Kami mau tak mau terpaksa membeli karena terlanjur kesini, dan ternyata harganya lebih mahal dari yang diluaran . Padahal bentuk, bahan atau pun coraknya sama dengan dipasar Kota Langsa, apa boleh buatlah. Tapi walaupun demikian kami kecewa sebab tidak sesuai dengan namanya Pasar Murah sebagaimana yang digembar- gemborkan ", ujar beberapa pengunjung kepada media ini, Selaaa(01/04/2025).
Pada, hari dan tanggal yang sama, Pendiri Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bungoeng Lam Jaroe Kota Langsa, Zulfadli, S.Sos.l., MM saat diminta tanggapannya tentang hal diatas balik mempertanyakan, mengapa Pemko Langsa dalam hal ini dinas terkait menutup mata ? Seakan Pemko Langsa hanya mengejar setoran saja daripada memihak pada masyarakatnya.
Apalagi imbas daripada pasar malam itu menimbulkan kesemberawutan atau kekacauan berlalu lintas dengan banyaknya kendaraan roda 4, roda 3, roda 2 dan pejalan kaki, sehingga menimbulkan memacetan yang perpotensi menimbulkan kecelakaan
"Padahal panitia penyelenggaranya itu - itu juga orangnya, namun profesionalismenya tidak kunjung nampak", sebutnya.
Dalam hal ini ianya meminta kepada Pemko Langsa atau dinas terkait agar membuat suatu komitmen tertulis tentang harga-harga dagangan yang diperjual belikan serta kiat atau cara mengatasi kemacetan lalu lintas dengan panitia penyelenggara yang akan datang.
Ditambahkannya, sah-sah saja mengejar PAD dan keuntungan tapi kenyamanan dan keselamatan masyarakat harus prioritaskan (diutamakan). Dan yang terpenting adalah, hasil dari kegiatan dimaksud dikemanakan uangnya. Apakah masuk PAD atau masuk ke kantong pribadi ? Oleh karenanya harus ada keterbukaan publik, jangan hanya ruginya saja diungkapkan.
"Jangan karena mengejar pundi- pundi saja, tapi fikirkan juga efek yang dialami masyarakat", tutup Zulfadli, S. Sos,l., MM. g, serta tanggung jawab sosial yang lebih besar dari penyelenggara pasar malam", pungkas Zulfadli.
(Jun)