CAMERAJURNALIS.COM, ACEH TIMUR – Sebanyak lebih dari 7.000 -an warga Aceh yang terpaksa merayakan Hari Raya Idul Fitri tahun ini di balik jeruji besi, termasuk 43 diantaranya yang masih berstatus anak. Fakta ini mencuat didalam sebuah postingan dalam grub WhatsApp salah seorang rekan media memposting foto tersebut dan sejumlah media lainya bersiskusi yang berlangsung di sebuah Kafe di Idi Rayeuk Kabupaten Aceh Timur pada Sabtu, (29/03/2025).
Menyangkut fenomena ini, Ketua Jajaran wartawan Indonesia (JWI) Aceh Timur, Hendrika Saputra, angkat bicara. Ianya mempertanyakan bagaimana data ini dikumpulkan dan siapa yang bertanggung jawab dalam mengawasi serta mendata warga Aceh yang menjalani hukuman di berbagai Lembaga Pemasyarakatan di seluruh Indonesia, dari Sabang hingga Merauke.
“Kami ingin tahu siapa yang bertugas mencatat dan mengawasi jumlah warga Aceh yang menjalani hukuman di berbagai penjara di Indonesia. Jumlah ini cukup besar dan menjadi perhatian serius bagi kita semua,” ujar Hendrika.
Hendrika menegaskan, bahwa Pemerintah Aceh harus lebih aktif dalam upaya pencegahan kriminalitas dan mencari solusi agar semakin sedikit masyarakat Aceh yang harus merayakan Lebaran di dalam penjara. jika itu diantara mereka ada saudara kita bagaimana ?
“Pemerintah tidak bisa tinggal diam. Mereka harus lebih serius dalam menekan angka kriminalitas dan menciptakan kebijakan yang dapat mencegah warga kita masuk ke dalam penjara,” tambahnya.
Rony Hariyanto salah satu tokoh muda Aceh yang juga Ketua Koordinator Front Anti Kejahatan Sosial ( FAKSI), mengungkapkan keprihatinannya terkait tingginya angka warga Aceh yang harus menjalani hukuman pidana.
Ia meminta, "Pemerintahan Aceh untuk segera memberikan klarifikasi serta menjelaskan langkah-langkah yang diambil guna menekan angka kriminalitas di Provinsi Aceh ini", pungkas Rony.
Publik pun masih menantikan langkah konkret dari pemerintah guna menanggulangi tingginya angka kriminalitas di Aceh. Hingga berita ini masuk ke meja redaksi belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Aceh terkait permasalahan ini.
(Jun/HS)